Langsung ke konten utama

Cara Membuat Hot Chocolate Ala Starbucks

Cokelat selalu jadi favoritku. Cokelat dalam varian apapun. Termasuk minuman cokelat seperti hot chocolate. Kalau orang bilang mengkonsumsi cokelat baik untuk kesehatan, maka itu benar sekali. Contohnya apa yang kualami hari ini. Kemarin aku harus terjaga semalaman menyelesaikan pekerjaanku, alhasil di pagi hari aku merasa begitu lelah dan kepalaku pening (efek kurang tidur). Aku perlu mengkonsumsi sesuatu yang bisa memulihkan tenagaku dan memberikanku energi untuk melakukan aktivitas. Kopi bukan pilihan yang tepat (aku sudah berhenti minum kopi karena kopi tidak bersahabat dengan lambungku). Kemudian aku menemukan cokelat bubuk van houten yang biasa kugunakan untuk membuat kue. Di bungkusannya tertera cara untuk membuat cokelat panas. Kebetulan aku punya semua bahan yg kuperlukan, maka akupun mencobanya. Dan ternyata rasanya tak kalah dengan hot chocolate ala starbucks. Berikut ini aku bagikan resepnya dengan senang hati.

Cara Membuat Hot Chocolate Ala Starbucks
- 1 sendok makan cokelat bubuk van houten
- 2 sampai 3 sendok teh gula pasir *
- 1 sendok makan susu dancow full cream
- seduh dengan air mendidih

*) tingkat kemanisan tergantung selera.
Silahkan dicoba.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seurat, Master Of Pointillism

Pertama kali mengenal Seurat dari film The Art Of The Steal (which is a really good movie), yang dibintangi oleh Kurt Russel, Matt Dillon, Jay Baruchel dan Terence Stand. Film berdurasi 90 menit mengisahkan tentang aksi pencurian Maha Karya Seni bernilai tinggi. Diceritakan dalam film itu lukisan de McGuffin, sebuah karya Seurat, sang Master Of Pointillism yang melukis dengan menggunakan titik-titik kecil yang jika anda berjongkok sedikit atau berdiri cukup jauh , akan menyatu menjadi sesuatu yang indah. Bagi yang tertarik ingin menonton film ini, silahkan tonton online di sini.

H E R D A N C E [BAB I]

H E R D A N C E B A B 1 . “Dance is the hidden language of the soul,” – Martha Graham . Di dalam salah satu studio tari di gedung London Centemporary Dance School yang terletak di kawasan The Place di Duke St, distrik Bloomsbury di pusat kota London yang ramai. Sebuah ruangan dengan langit-langit dari kayu yang melengkung seperti gelombang air laut yang atraktif. Jendela-jendela besar dengan bingkai berbentuk setengah bola yang membawa masuk cahaya matahari musim panas yang terik dari luar. Lantai yang dilapisi oleh kayu parket lembut yang nyaman untuk diinjak oleh kaki-kaki telanjang. Dari pintu masuk studio, di sepanjang dinding di sebelah kiri yang dicat warna putih, menempel tiang horizontal setinggi pinggang yang digunakan untuk menyokong para penari saat melakukan perenggangan dan pemanasan. Di tengah-tengah dinding tersebut terdapat sebuah pintu kayu yang menuju ke ruang ganti. Di dinding di sebelah kanan terdapat cermin besar yang memantulkan bayangan se...

Invisible Thread

“You will meet a lot of different people on this earth. Some of them come into your life for a reason, some for season, and some for lifetime. I believe that things are connected, and the people you keep close to you are there for purpose. Relationships and friendships will come and go, but sometimes the universe has a way of bringing back the people who are meant to stay, or the people who will help lead you to another path down the road. The times and places of these meetings are unknown, but when they happen, it all makes senses.” – Unknown