Langsung ke konten utama

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seurat, Master Of Pointillism

Pertama kali mengenal Seurat dari film The Art Of The Steal (which is a really good movie), yang dibintangi oleh Kurt Russel, Matt Dillon, Jay Baruchel dan Terence Stand. Film berdurasi 90 menit mengisahkan tentang aksi pencurian Maha Karya Seni bernilai tinggi. Diceritakan dalam film itu lukisan de McGuffin, sebuah karya Seurat, sang Master Of Pointillism yang melukis dengan menggunakan titik-titik kecil yang jika anda berjongkok sedikit atau berdiri cukup jauh , akan menyatu menjadi sesuatu yang indah. Bagi yang tertarik ingin menonton film ini, silahkan tonton online di sini.

Mengenal Orion Sang Pemburu

ORION adalah rasi bintang di langit yang dikenal sebagai rasi bintang sang pemburu. Dengan 3 bintang sejajar dan 4  bintang yang melingkupinya, rasi ini mungkin merupakan salah satu rasi bintang yang paling mudah dikenali di angkasa. Letaknya di ekuator langit, terlihat dari hampir seluruh bagian bumi. Di Indonesia rasi ini dikenal sebagai Waluku, pertanda bagi petani untuk mulai membajak sawah. Orion tampak paling jelas pada pukul 21:00 selama bulan Januari-Februari. Rasi bintang Orion bisa dilihat di langit sebelah barat. Untuk melihat Orion sebagai seorang pemburu, kita bisa berimajinasi. 3 bintang sejajar yang cukup terang; Alnitak (zeta Orionid), Alnilam (epsilon Orionid), Mintaka (delta Orionid) membentuk sabuk sang pemburu. Bergeser ke sebelah selatannya, tiga buah bintang yang lebih redup menandakan pedangnya. Di ujung sebelah kiri, bintang Betelgeuse (alpha Orionids) digambarkan sebagai bahu Orion. Di bawahnya secara diagonal terdapat bintang Rigel (B...

Kucing Bersepatu

Kucing Bersepatu Berdasarkan cerita oleh Charles Perrault Diceritakan oleh Nicola Baxter *** ** * Dahulu kala, hiduplah seorang pemilik penggilingan gandum dengan tiga anak laki-lakinya. Ketika orang itu meninggal, penggilingannya diwariskan kepada si Anak Sulung. Si Anak Kedua menerima seekor keledai. Keduanya pun segera mulai bekerja untuk mencari nafkah. Akan tetapi, si Anak Bungsu hanya mendapatkan seekor Kucing. “Kucingku yang malang,” katanya, “Bagaimana kita bisa hidup?” “Jangan takut tuan,” kata si Kucing, “Beri aku sepatu dan sebuah kantong. Nanti kita bisa hidup sejahtera.” Si Anak Bungsu menyediakan semuanya. Si Kucing pun memakai sepatu itu. Dia mengisi kantongnya dengan daun selada dan meninggalkan kantong tersebut di ladang. Segera seekor kelinci kecil datang dan menggerumuti daun selada itu. Secepat kilat si Kucing menangkap kelinci di dalam kantong lalu membawanya ke istana Raja. “Yang mulia,” kata si Kucing, “Terimalah kelinci gemuk...